Langsung ke konten utama

Reuni


“Juno, kamu dapat undangan IKAPMI enggak?” tanya Ahz.

“ Reuni IKAPMI, iya aku juga dapat, emang kamu enggak dapat?”

“Dapat, pengen memastikan aja kalau kamu kebagian”

Natsu keluar dari kamar mandi. Tubuhnya masih dibalut hanya dengan sebuah handuk.

“Reuni IKAPMI ya, kapan nih acaranya?” Tanya Natsu

“tanggal 20 maret 2017”

“wah pas banget, hari minggu, gimana kalau kita berangkatnya dari hari sabtu. Kayak waktu dulu” Juno memberikan saran

“Boleh tuh, eh kalian buruan mandi. Jumatan” natsu mencipratkan air kepada Ahz dan Juga Juno.

Mereka bertiga bersiap-siap untuk menunaikan ibadah shalat di masjid Kota Gedhe. Kebetulan jarak antara rumah keluarga Juno yang Ahz dan Natsu jadikan tempat Kost tidak jauh dari Masjid. Jadi mereka cukup berjalan kaki saja.


Hanya satu orang yang tidak pergi untuk shalat jumat. Karena dia memang perempuan. Ditambah lagi dia kristen. Satu-satunya perempuan yang ngekost di rumah keluarga Juno. Kebetulan rumah keluarga Juno sangatlah besar. Bagian kanan ada 4 ruang kamar yang ketiga kamarnya diisi oleh laki-laki. Di bagian kiri ada 4 ruang kamar yang salah satunya di isi oleh perempuan itu. Selebihnya di isi oleh tante, kakek dan nenek Juno. Di bagian tengah terdapat 2 ruangan yang cukup besar. 1 ruangan keluarga dan 1 lagi ruang kerja.

Vhaniezta Aya atau yang lebih akrab di panggil Vhanz. Berbadan tinggi berambut panjang berkulit putih dan juga cantik.waktu itu, tahun 2014 Ahz yang mengajak Vhanz untuk ngekost bareng dirumah keluarga Juno. Pertama-tama Vhanz menolak tawaran Ahz. Tapi ketika itu, tepatnya jam sembilan malam. Vhanz sudah kebingungan untuk mencari tempat ngekost. Kecapean dan juga kehabisan uang gara-gara dicopet. Mau enggak mau Vhanz menelpon Ahz untuk dijemput. Ahz membawanya ke kost keluarga Juno. Vhanz mendapatkan gratis bebas biaya 1 bulan dari keluarga Juno. Hingga sekarang, Vhanz betah tinggal disini.

Adzan berkumandang. Shalat Jumat akan segera dilaksanakan. Ahz, Juno dan Natsu berdiri di barisan tengah.

…………………….

Semua barang-barang sudah lengkap di dalam tas masing-masing. Perjalanan Jogja ke Bogor pastinya sangat melelahkan. Karena itu perlengkapan dan makanan sudah harus tersedia.

Tak lupa Ahz membawa kamera kesayangnya. Kamera Canon D1100 atau yang bisa kita sebut sebagai T3 Rebel. Hadiah ulang tahun dari ayah angkatnya ketika dia masih di pesantren. Sweet seventen yang terbaik buat Ahz.

Tunggu” Vhanz, dengan membawa tas punggung.

“kamu mau kemana Vhanz?” tanya Natsu.

“aku boleh ikut?” dengan ekspresi muka memohon.

“bagaimana ini?” Natsu memandangi Ahz dan juga Juno.

“Ahz, kamu saja yang putuskan” kata Juno

“Hmm,” Ahz memandang wajah Vhanz “kamu yakin mau ikut?”

“Yakin seyakin-yakinya”

Setelah berpamitan dengan kakek dan nenek juno mereka berempat pergi. Dari Yogyakarta menggunakan kereta. Lebih murah dan lebih baik dari pada harus jalan kaki.

………………..

Mereka berempat duduk di satu tempat yang sama. Ahz duduk bersebelahan dengan Vhanz dan Natsu duduk bersebelahan dengan Juno. kereta mulai bergerak meninggalkan stasiun. Warna warni pemandangan jendela mulai pecah seiring kecepatan laju kereta api kelas ekonomi. Warna-warninya memudar. Lebih condong warna hijau. Warna alam.

Juno dan Natsu seperti biasa. Ponsel dan smartphone selalu di tangan mereka. Entah apa yang mereka lakukan. Vhanz dengan tenangnya membaca Novel. Sedangkan Ahz, pikirannya masih saja dibayang-bayangi rasa penyesalan atas kepergian Waffa.

Ahz beranjak dari tempat duduknya. Dia berpindah tempat duduk ke samping pintu gerbong kereta. Dia mengeluarkan sebungkus rokok. Mengambilnya, membakarnya dan menghisap asapnya. Kunang-kunang merah, begitulah dia menyebutnya. Sebuah masa lalu yang sangat menyakitkan.
Asap-asap memenuhi rongga paru-paru. Asap-asap masa lalu. Perlahan terbawa bersama kencangnya angin yang berhembus berlawanan. Mempercepat api menjalar.

Vhanz menepuk pundak Ahz. Kaget, rokok yang dipegangnya jatuh dan terhempas angin.

“eh,, duduk sendirian disamping pintu, ngelamun aja,, bisa-bisa kamu jatuh” Vhanz cengengesan.

“Kamu malah ngejatuhin rokok gue, untung yang jatuh enggak sebungkus”

“Ya Maaf”

“lagian, kamu kenapa sendirian duduk disitu?”

“cuman pengen menghirup aroma segar aja”

“Asap rokok maksudmu?”

“asap rokok bukan aroma segar. Itu sih asap”

“nah terus, ngapain kamu ngisepin asap”

“aku bukan ngisepin asap. Aku hanya ingin menghisap masa lalu”

“masa lalu?”

“ceritanya panjang, dan itulah alasan mengapa aku menjadi anak angkat ayahnya Juno”

“sepertinya masa lalu yang pahit”

“memang benar”

“Kamu mau ceritain enggak ke aku”

“kayaknya enggak sekarang”

Ahz beranjak pergi dari samping pintu. Dia kembali ketempat duduknya yang semula. Tapi kali ini Ahz menempati tempat duduk Vhanz. Dilihatnya pemandangan yang hijau. Sejauh mata memandang, hanya ada bayangan masa lalu yang suram. Masa lalu yang menyedihkan.

………….

Mentari sudah bersembunyi. Juno dan Natsu diposisi tidur mereka. Betapa cerobohnya. Mereka tidur dengan smartphone dan ponsel yang masih ditangan. Bagaimana kalau jatuh. Ahz mengambil barang elektronik milik mereka dan dimasukan kedalam tas Ahz.

Kepala Vhanz jatuh bersender ke bahu Ahz. Ahz mengambil sarung tangannya. Dia menggeser kepala Vhanz menjauh dari bahunya. Tapi tetap saja kepala Vhanz bersender kembali ke bahu Ahz. Dengan hati-hati Ahz menopang kepala Vhanz. Ahz bangkit dari kursinya dan perlahan-lahan agar kepala Vhanz bisa tidur di kursi Ahz. Untungnya kursi ini tidak ada pemisah sama sekali. Jadilah Vhanz memonopoli tempat duduk untuk berdua itu. Hanya Ahz yang tidak tertidur. Dia kembali ke samping pintu. Membakar kunang-kunang merahnya.

Vhanz mengusap air matanya.sebenarnya dia sayang kepada Ahz. Tapi karena agama, semuanya menjadi sulit. Ahz memang yang paling sulit untuk didekati sendirian dibandingkan dengan kedua temannya.

…………………….

Mereka berempat turun di stasiun bogor. Waktu masih sangat pagi. Bahkan mentari malu-malu menunjukan sinarnya.

“Vhanz, mungkin kamu bisa menunggu disini, kamu boleh main-main. Nanti ketemu lagi disini jam 5 sore” kata Ahz.

“Memangnya Kenapa?”

“Jelas, namanya juga pesantren. Apa lagi pakaian kamu yang sangat tidak enak untuk dipandang”

Brukkk, pertama kalinya ada seorang lelaki yang enggak ganteng tapi juga enggak jelek berkata pakaian Vhanz kurang enak untuk dipandang. Kurang seksi apa coba.

“kalu kamu mau ikut, kamu boleh mengganti pakaianmu menjadi pakaian muslimah” Natsu menyarankan.

……………….

Gerbang Pesantren Modern Ummul Quro sudah terlihat jelas dimata mereka. Sebuah banner besar tertancap disana. Banner itu bertuliskan “Reuni Akbar Ikapmi”

Vhanz dengan pakaian muslimah barunya seperti yang disarankan Natsu. Mereka berempat memasuki kawasan pesantren. melihat pemandangan pesantren yang makin megah dan makin mewah. Tempat Ahz, Natsu dan Juno dulu menuntut ilmu.

Vhanz ditinggalkan diruang tunggu. Mereka bertiga pergi kegedung serba guna untuk mengikuti acara Reuni IKAPMI.

Acara berlangsung dengan sangat menarik dan juga menghibur. Mereka bertiga bertemu dengan teman-teman lama dan juga guru-guru yang pernah mengajarkan ilmu.

Tatapan Ahz tertuju pada seorang perempuan kecil, manis, dan imut. Seorang perempuan yang menjadi inspirasinya untuk menulis. Ahz berniat untuk mendekatinya. tapi Ahz mengurnkan niatnya. Perempuan itu bersama pacarnya. Mengapa Ahz masih saja menyukai seseorang yang sudah punya pacar, dan itu bertahan semenjak sekolah sampai Ahz sebentar lagi menjadi sarjana. Sebentar lagi untuk meninggalkan Indonesia.

Acara Reuni IKAPMI selesai. Semua yang ada di gedung itu bersalam-salaman melepas rindu dan juga silaturahmi.

Ahz duduk di teras. Memandangi langit. Sendirian. Mungkin memang lebih baik sendiri untuk saat ini.

……………….

Mereka berempat melambaikan tangan. Mengucapkan kata perpisahan. Untuk para anggota Ikapmi. Untuk semua santri. Untuk Pesantren ini.

Sebenarnya Natsu, Juno dan Vhanz masih ingin berlama-lama di bogor. Tapi perkataan Ahz.

“aku mau ke jogja sekarang. Kalian mau ikut atau tidak. Kalau tidak pun juga tidak masalah”

Juno dan Natsu tahu masalah dia. Sebagai sahabat yang selalu ada, mereka berdua memaklumi perasaan hati Ahz. Akhirnya setelah Acara selesai, mereka buru-buru untuk mengejar jadwal kereta.

Ucapan terakhir Ahz sebelum meninggalkan bogor. “Jika didunia ini sudah tidak ada lagi yang bisa kamu cintai dan sayangi. Ingatlah aku selalu ada disini untukmu. Percayalah Aku selalu setia menunggumu” seperti berbisik. Tapi Vhanz, Juno dan Natsu mendengarnya dengan sangat jelas. Hingga membuat tanda tanya yang besar dilubuk hati Vhanz.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karena bekerja sendiri itu tidak lebih baik

Sekarang aku mencoba mengingat masa lampau yang tidak terlalu jauh dari hari-hariku sebelumnya. Mungkin tidak terkesan seperti melompati waktu, tapi mengulang kejadian lalu, sedikit dapat merubah cara pandangku dimasa ini. Aku sedikit menyesal ketika mengetahui apa yang kucari sebenarnya bukanlah apa yang kutuju. Tapi rasa penasaran dan ambisi yang menggebu. Membuatku harus terus berjuang dengan keadaan yang sedikit tidak memungkinkan. Yang ada aku harus lebih banyak belajar, karena ku akui. Tim yang kubuat ini, tak ada rasa saling bekerja sama, lebih ke "Siapa yang paling menguntungkan untuk di ikuti" Aku merasakannya, dan sedikit kecewa. Tapi mereka orang hebat dengan segudang kemampuan yang mereka miliki. Karena jika aku sendiri, tak lain hanya sang penggagas mimpi yang sulit diraih. Catatan ini kubuat karena rasa frustasiku yang makin meluap. Tak satupun gagasan ide yang kurancang bersama berhasil dengan lancar. Mungkinkah lebih baik aku mengerjakan semuanya sendiri? Ta…

Ramadhan ~ Diriku pada saat itu, diriku yang kemarin, diriku yang sekarang, dan diriku dihari esok~

Semenjak kemarin aku disibukkan dengan Hacking Visual Novel, mencoba untuk mengoprek dalaman isi software yang entah kenapa ingin kumainkan dengan bahasa yang kumenegerti. Yah, Karena memang kebanyakan Visual Novel sangat sedikit yang sudah diterjemahkan kedalam bahasa yang bisa kumengerti. Dan aku sendiri memang tak sempat untuk mempelajari bahasa mereka. Padahal hampir tiap hari aku melihat, mendengar bahasa Jepang. Tapi keinginan dan waktu untuk mempelajarinya masih terbilang belum ada. Berhubung saya juga masih cupu dalam membuka daleman isi Visual Novelnya, jadi ya aku menggunakan alternatif lain.
Biarpun memang agak sedikit kurang nyaman, dengan menggunakan bantuan Visual Novel Reader yang proyeknya sudah lama mati, ATLAS, ITH, dan lain sebagainya sebagai alat bantu untuk ku agar dapat lebih mengerti cerita yang ada pada Visual Novel tersebut.
Yah, ketika berhasil melakukan itu, tapi masih belum kumainkan. Karena memang sekarang lagi dalam tengah ujian semester akhir, ya pastin…

Sehangat Kopi Di Kala Senja

Fuuuu Fuuuuuuuu             Fuuuuuuuuuuuuu
Fufufu Fufufufufufu Fufufufufufufufufu
------------------------------------------
Apa yang aku cari dari kehidupan ini? Sembari mengangatkan diri dari cuaca yang dingin ini, ku nikmati secangkir kopi yang telah kubuat. Merupakan salah satu kopi kesukaanku, kopi Madura yang entah sudah berapa ratus cangkir telah kunikmati.
Hari ini, sepertinya tak banyak yang kulakukan. Bangun tidur, menyiapkan sarapan pagi, setelah itu mencuci semua pakaian kotor. Sedikit santai sambil melewati pagi, kulihat langit, matahari mulai bersembunyi dibalik awan. Awan-awan gelap yang melayang bebas dilangit memberikan perasaan bahagia dan juga buruk.
Sudah berapa minggu Yogyakarta belum dilanda hujan, membuatku bahagia. Tapi langit mendung juga membuatku merasa sedikit terluka. Karena baru saja aku ingin menjemur semua pakaianku yang telah kucuci bersih kini belum bisa merasakan kehangatan mentari pagi.
Untungnya tempat aku menjemur pakaian terdapat genteng yang da…