Langsung ke konten utama

The Broken Styrofoam – The Story Of The Madness

Ozy Milano berlari sekuat tenaga. Menghabiskan nyaris semua staminanya. Membakar jiwa yang sudah tidak utuh lagi. Pemandangan tadi. Ketika matahari terbenam. Saat Ozy ingin pergi menunaikan ibadah kewajibannya. Dua orang anak manusia duduk di atas batu besar kali. Mereka menunggu matahari terbenam. Duduk berduaan layaknya pasangan kekasih. Tepat saat matahari terbenam. Seorang lelaki yang duduk disampingnya mencium perempuan di sebelahnya. Tepat di bibirnya. Pemandangan yang menusuk mata. Tembus hingga ke lubuk hati.
Ozy sampai didepan rumahya. Membuang semua pandangan tadi. Membuang rasa sakit dan pedih yang di alami. Ozy masuk kekamarnya. Banyak tertempel Steorofom di kamarnya. Masing-masing steorofom memiliki kisahnya masing-masing. Khususnya yang berwarna merah hati. Disitu tertempel foto perempuan yang amat Ozy cintai.
Bruk..


Satu pukulan tepat mengenai wajah perempuan manis yang ada di dalam foto.
Brukk. Ozy mengulangi pukulannya. Lagi. Dan lagi. Darah bercucuran ditangannya. Merah. Tangannya basah dengan warna merah darah. Tangannya mengeluarkan darah yang begitu banyak. Ozy tetap mengulangi pukulannya. Terus menerus hingga dia sudah tidak punya tenaga untuk menahan rasa sakit yang ada di tangannya. Tapi hatinya lebih sakit dari pada tangannya yang berdarah. Karena rasa sakit ini merenggut seluruh hatinya yang masih utuh.
Ozy merobek satu persatu steorofom yang terpajang di dinding kamarnya. Membuangnya ke tong sampah. Sedikit bensin untuk membakar semua kenangannya dengan cepat. Tangannya sudah di balut dengan kain untuk menghentikan pendarahan.
………
Malam hari. Ozy berniat mengumpulkan kayu bakar. Tapi ekor matanya mengikuti dua pasangan kekasih baru. Perempuan itu. Mereka berdua pergi ke kedalaman hutan. Apa yang ingin mereka rencakan? Tanda tanya dalam batin Ozy. Ozy mengikuti mereka diam-diam.
Tepat di kaki gunung. Lelaki itu mengeluarkan barang-barang yang dibawanya dengan plastik. Kembang Api. Mereka berdua membakar kembang Api. Mungkin mereka berdua ingin merayakan hari jadi mereka dengan  membakar kembang api. Ozy melihat keindahan kembang api itu. Tapi tak sedikitpun Ozy merasa terhibur.
Lelah memperhatikan kembang api yang di bakar, Ozy kembali kepada niat awalnya, mencari kayu bakar. Saat ia hendak beranjak, terdengar jeritan dari perempuan itu. Ozy mencari tahu mengapa. Lelaki itu mencengkram tangan perempuan itu. Dia terjatuh ketanah. Ozy langsung berlari menyiapkan tangannya. Meluncurkann serangan pukulan tepat di wajah lelaki yang hendak berbuat jahat kepada perempuan itu. Dia tersungkur jatuh kesakitan. Satu kali pukulan lagi di wajahnya. Lagi dan lagi. Dia tak sadarkan diri.
Ozy memalingkan wajahnya dari perempuan itu. Ia beranjak pergi meninggalkannya. Ozy mendengar kata ucapan terima kasih darinya. Tapi Ozy menghiraukannya. Ozy meninggalkan dia sendiri. kembali kepada niat awalnya. Mencari kayu bakar.
……….
Esok hari. Perempuan itu mendatangi rumah Ozy. Dilihatnya banyak abu didepan rumah Ozy. Bekas bakar-bakar. Dilihatnya ada foto dia sedang tersenyum bersama Ozy sudah terbakar setengah. Mungkin hujan semalam menghentikan pembakarannya.
Dia mengetuk pintu rumah Ozy. Tapi tak ada balasan. Tidak terkunci. Dia menyelidik seisi rumah itu. Tidak ada orang. Segelintir tanda tanya muncul dibenaknya. Apakah Ozy belum pulang?.Dia keluar dari rumah Ozy. Dengan segudang pertanyaan.
Dari kejauhan muncul seorang kakek tua menggendong seorang pemuda yang terluka. Apakah itu lelaki yang hendak berbuat jahat kepadanya semalam?. Perempuan itu mendekatinya. Ozy. Kaget. Lehernya penuh dengan noda darah. Ada bekas serangan benda tajam di leher Ozy. Ozy sudah tak bernyawa lagi.
Tangis sudah tak terbendung dari perempuan itu, ternyata tersangka yang melakukan pembunuhan adalah lelaki yang semalam. Lelaki itu tidak terima Ozy memukulnya. Saat ditengah hutan, saat Ozy sedang mengumpulkan kayu bakar. Dari belakang dia menyerang Ozy dengan senjata tajam mengenai leher Ozy. Ozy tidak berkutik. Dia kabur, tapi hansip melihat perbuatan keji itu. Dengan cepat warga mengejar lelaki jahat dan menangkapnya.
Cinta yang tak terbalas. Ozy hanya bisa merasakan betapa sakitnya mencintai seseorang. kini yang ada hanya penyesalan. Kematian memutus kisah hidupnya.
Perempuan itu. Dia hanya bisa meratapi kematian Ozy. Dia baru menyadari bahwa ada Ozy yang sangat mencintainya.

Lelaki itu. Setelah beberapa tahun dia dibebaskan dari penjara. Memulai hidup baru.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ramadhan ~ Diriku pada saat itu, diriku yang kemarin, diriku yang sekarang, dan diriku dihari esok~

Semenjak kemarin aku disibukkan dengan Hacking Visual Novel, mencoba untuk mengoprek dalaman isi software yang entah kenapa ingin kumainkan dengan bahasa yang kumenegerti. Yah, Karena memang kebanyakan Visual Novel sangat sedikit yang sudah diterjemahkan kedalam bahasa yang bisa kumengerti. Dan aku sendiri memang tak sempat untuk mempelajari bahasa mereka. Padahal hampir tiap hari aku melihat, mendengar bahasa Jepang. Tapi keinginan dan waktu untuk mempelajarinya masih terbilang belum ada. Berhubung saya juga masih cupu dalam membuka daleman isi Visual Novelnya, jadi ya aku menggunakan alternatif lain.
Biarpun memang agak sedikit kurang nyaman, dengan menggunakan bantuan Visual Novel Reader yang proyeknya sudah lama mati, ATLAS, ITH, dan lain sebagainya sebagai alat bantu untuk ku agar dapat lebih mengerti cerita yang ada pada Visual Novel tersebut.
Yah, ketika berhasil melakukan itu, tapi masih belum kumainkan. Karena memang sekarang lagi dalam tengah ujian semester akhir, ya pastin…

Sehangat Kopi Di Kala Senja

Fuuuu Fuuuuuuuu             Fuuuuuuuuuuuuu
Fufufu Fufufufufufu Fufufufufufufufufu
------------------------------------------
Apa yang aku cari dari kehidupan ini? Sembari mengangatkan diri dari cuaca yang dingin ini, ku nikmati secangkir kopi yang telah kubuat. Merupakan salah satu kopi kesukaanku, kopi Madura yang entah sudah berapa ratus cangkir telah kunikmati.
Hari ini, sepertinya tak banyak yang kulakukan. Bangun tidur, menyiapkan sarapan pagi, setelah itu mencuci semua pakaian kotor. Sedikit santai sambil melewati pagi, kulihat langit, matahari mulai bersembunyi dibalik awan. Awan-awan gelap yang melayang bebas dilangit memberikan perasaan bahagia dan juga buruk.
Sudah berapa minggu Yogyakarta belum dilanda hujan, membuatku bahagia. Tapi langit mendung juga membuatku merasa sedikit terluka. Karena baru saja aku ingin menjemur semua pakaianku yang telah kucuci bersih kini belum bisa merasakan kehangatan mentari pagi.
Untungnya tempat aku menjemur pakaian terdapat genteng yang da…

AdeHaze Dan Sebuah Logo

Setelah bertahun-tahun lamanya, waktu aku masih menggunakan adehaze.blogspot.com, waktu aku masih belum terlalu terjerumus dalam dunia komputer dan internet. Banyak hal yang kulakukan karena ingin tahu dan juga hobi. Entah sudah berapa lama kugunakan wajah Makoto Kikuchi sebagai logo dari blog ku yang dulu. Alasan kugunakan wajahnya sih, sederhana. Karena gambar itu bagus, dan gambar itu juga punya cerita dalam kehiduanku.
Dan aku sendiri perlahan ingin mencari logo yang benar-benar bisa menggambarkan AdeHaze itu sendiri. Tapi, dengan kemampuan desain ku yang masih dibilang maih balita ini, aku perlahan ingin mencari jati diri pada diriku sendiri.
Mencari jati diri juga ada tempatnya, dan kompas penunjuk jalanku tak memberikanku jalan yang tepat, hingga membuatku tersesat hingga bertahun-tahun lamanya. Rasanya aku seperti menyia-nyiakan sisa waktu yang aku punya.

Dan entah kenapa, selama beberapa tahun ini, aku lebih percaya diri menggunakan nama "AdeHaze" sebagai Brand sos…