Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2013

Dea. Th - Typography

Ketika kematian telah dekat. Rasa sakit dalam gengaman tangan terlihat indah. Darah-darah yang menetes perlahan jauh dari ujung jari-jari. Dalam ruang kamar remang-remang seorang gadis bermain-main dengan Pisau. Wajah bagagia tapi tidak terlalu puas. Pisau tumpul terus digesekkan dengan cepat. Satu-persatu jari itu putus dari tangan seorang pria tua.
Pria tua itu tergantung dengan kaki di ikat tak sadarkan diri. Wajah pucat kekurangan darah. Lantai putih ternodai merah darah kental. Perempuan itu menikmati kesengsaraan pria tua itu. Tetulis di nama dada “Fransi Manisto”. Pria tua yang menjadi korban Kesenangan dewi kematian.
“aku ingin melihat jantung yang asli” bisik Dea sang dewi kematian. “aku bosan jika hanya melihatnya di video” lanjutnya lagi. Dari pisau dapur tumpul, Dea berganti ke pisau cukur. Tepat di posisi jantung, Dea menekan pisau cukurnya hingga menembus dada Fransi. Dengan hati-hati Dea merobek area sekeliling jantung. Sebisa mungkin agar jantungnya tidak rusak.
Sekuat te…