Langsung ke konten utama

Masih Terasa Kosong

Nada yang terulang kembali tanpa aku sadari, sudah berputar lebih dari yang aku ingat. Tak sedikitpun membuatku muak, tapi tegang terasa. Kian waktu terlewati perlahan, dan aku hanya bisa memperhatikannya terbuang hanya untuk bernafas. Aku sedikit berfikir, apakah nafasku ini berarti? Hanya aku yang merasakannya, dan jika aku tidak menghirupnya, tak akan ada yang rugi. Entah jika aku mati, akan membuat sedikit kelonggaran atau tidak kepada manusia yang tersisa.

Aku sudah tidak tahu lagi seberapa banyak persedian oksigen untuk kita semua. Mengingat semakin banyak pohon ditebang dan pembakaran hutan. Memang sepertinya masih banyak, tapi aku sedikit khawatir, bagaimana nanti dimasa yang akan datang.

Bicara seperti itu pun tidak akan mengubah fakta bahwa aku tidak bergerak sedikitpun dari tempatku berbaring. Tenaga yang kupunya hanya tersisa untuk melihat dan berfikir. Aku bahkan sudah tak ingat sudah berapa lama aku terbaring disini. Aku terus merasa gelisah. Akankah aku akan berakhir sendirian ditempat sepi seperti ini. Setidaknya sebelum aku menghembuskan nafas yang aku tak tahu apakah akan menjadi yang terakhir dalam hidupku, aku sangat ingin melihat wajahnya, walau hanya satu kali. Tapi jika itu memang sulit untuk dikabulkan, setidaknya biarkan aku pergi dengan bermimpi bersama dengannya.

Aku sudah tidak kuat lagi, mungkinkah ini memang sudah menjadi batasku berada didunia ini. Aku harus tetap tersenyum, aku tidak ingin ditemukan dalam keadaan yang memalukan. Biarpun aku tahu, sulit bagiku untuk memberikan senyum perpisahan dengan badan yang kering dan tak berdaya ini.

Setidaknya aku ingin mereka tahu, aku masih punya semangat hidup saat mereka menemukanku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ramadhan ~ Diriku pada saat itu, diriku yang kemarin, diriku yang sekarang, dan diriku dihari esok~

Semenjak kemarin aku disibukkan dengan Hacking Visual Novel, mencoba untuk mengoprek dalaman isi software yang entah kenapa ingin kumainkan dengan bahasa yang kumenegerti. Yah, Karena memang kebanyakan Visual Novel sangat sedikit yang sudah diterjemahkan kedalam bahasa yang bisa kumengerti. Dan aku sendiri memang tak sempat untuk mempelajari bahasa mereka. Padahal hampir tiap hari aku melihat, mendengar bahasa Jepang. Tapi keinginan dan waktu untuk mempelajarinya masih terbilang belum ada. Berhubung saya juga masih cupu dalam membuka daleman isi Visual Novelnya, jadi ya aku menggunakan alternatif lain.
Biarpun memang agak sedikit kurang nyaman, dengan menggunakan bantuan Visual Novel Reader yang proyeknya sudah lama mati, ATLAS, ITH, dan lain sebagainya sebagai alat bantu untuk ku agar dapat lebih mengerti cerita yang ada pada Visual Novel tersebut.
Yah, ketika berhasil melakukan itu, tapi masih belum kumainkan. Karena memang sekarang lagi dalam tengah ujian semester akhir, ya pastin…

Karena bekerja sendiri itu tidak lebih baik

Sekarang aku mencoba mengingat masa lampau yang tidak terlalu jauh dari hari-hariku sebelumnya. Mungkin tidak terkesan seperti melompati waktu, tapi mengulang kejadian lalu, sedikit dapat merubah cara pandangku dimasa ini. Aku sedikit menyesal ketika mengetahui apa yang kucari sebenarnya bukanlah apa yang kutuju. Tapi rasa penasaran dan ambisi yang menggebu. Membuatku harus terus berjuang dengan keadaan yang sedikit tidak memungkinkan. Yang ada aku harus lebih banyak belajar, karena ku akui. Tim yang kubuat ini, tak ada rasa saling bekerja sama, lebih ke "Siapa yang paling menguntungkan untuk di ikuti" Aku merasakannya, dan sedikit kecewa. Tapi mereka orang hebat dengan segudang kemampuan yang mereka miliki. Karena jika aku sendiri, tak lain hanya sang penggagas mimpi yang sulit diraih. Catatan ini kubuat karena rasa frustasiku yang makin meluap. Tak satupun gagasan ide yang kurancang bersama berhasil dengan lancar. Mungkinkah lebih baik aku mengerjakan semuanya sendiri? Ta…

Sehangat Kopi Di Kala Senja

Fuuuu Fuuuuuuuu             Fuuuuuuuuuuuuu
Fufufu Fufufufufufu Fufufufufufufufufu
------------------------------------------
Apa yang aku cari dari kehidupan ini? Sembari mengangatkan diri dari cuaca yang dingin ini, ku nikmati secangkir kopi yang telah kubuat. Merupakan salah satu kopi kesukaanku, kopi Madura yang entah sudah berapa ratus cangkir telah kunikmati.
Hari ini, sepertinya tak banyak yang kulakukan. Bangun tidur, menyiapkan sarapan pagi, setelah itu mencuci semua pakaian kotor. Sedikit santai sambil melewati pagi, kulihat langit, matahari mulai bersembunyi dibalik awan. Awan-awan gelap yang melayang bebas dilangit memberikan perasaan bahagia dan juga buruk.
Sudah berapa minggu Yogyakarta belum dilanda hujan, membuatku bahagia. Tapi langit mendung juga membuatku merasa sedikit terluka. Karena baru saja aku ingin menjemur semua pakaianku yang telah kucuci bersih kini belum bisa merasakan kehangatan mentari pagi.
Untungnya tempat aku menjemur pakaian terdapat genteng yang da…