Langsung ke konten utama

Pagi Mentari Rus(U)h

Sinar cahaya mentari belum terlihat. Ku awali pagi hari ini dengan menyibukkan diri dari pekerjaan rumahan. Seperti mencuci, menjemur, dan menyetrika. Belum ada yang spesial di hari ini. Ku harap cepat kedatangannya. Biar bagaimana, pun aku lelah menunggu.
Sinar mentari perlahan menjalar melewati celah-celah jendela yang terbuka sedikit. Segelas kopi luwak menghangati diriku yang sudah hangat karena baru saja menyelesaikan setrikaan.
Secangkir semangat untuk Indonesi. Bagaimana bisa aku lupa!. Ada sesuatu yang terlewatkan. Bau yang sangat menyengat ini. Bau kabel terbakar. Segera aku memutus semua yang berhubungan dengan arus listrik.

Pagi yang cukup sibuk. Beberapa coba ku perbaiki sendiri. Tapi hasilnya nihil. Sepertinya aku memang belum ahli untuk hal yang seperti ini. Yah sudahlah, lebih baik aku mencari bantuan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ashabul Maimanah

Sahabat Dan Cinta

-Suatuhari Cinta dan Sahabat berjalan di Desa.... -Tiba-tiba Cinta jatuh ke dalam Telaga... -Kenapa ? -Karna Cinta itu buta !!! -Lalu Sahabatpun ikut terjun... -Kenapa ? -Karena Sahabat apapun demi Cinta -Di dalam telaga cinta menghilang -Kenapa ? -Karena Cinta itu halus, Mudah hilang jika tidak dijaga dan sulit di cari, -Sedangkan Sahabat Masih mencari dan menunggu Cinta... -Kenapa ? -Karena Sahabat itu sejati dan akan kekal sebagai Sahabat yang setia -Sahabat kan ada dan selalu ada -Meski sekarang hanya tinggal kenangan -Tak ada lagi canda dan tawa... -Ketika susah, senang bersama... -Tapi Persahabatan tak akan pupus... -Selalu dekat... -Di Sini... -Di Hati... Dari Sahabat Mu Fayyadh As Ade Haze

Ramadhan ~ Diriku pada saat itu, diriku yang kemarin, diriku yang sekarang, dan diriku dihari esok~

Semenjak kemarin aku disibukkan dengan Hacking Visual Novel, mencoba untuk mengoprek dalaman isi software yang entah kenapa ingin kumainkan dengan bahasa yang kumenegerti. Yah, Karena memang kebanyakan Visual Novel sangat sedikit yang sudah diterjemahkan kedalam bahasa yang bisa kumengerti. Dan aku sendiri memang tak sempat untuk mempelajari bahasa mereka. Padahal hampir tiap hari aku melihat, mendengar bahasa Jepang. Tapi keinginan dan waktu untuk mempelajarinya masih terbilang belum ada. Berhubung saya juga masih cupu dalam membuka daleman isi Visual Novelnya, jadi ya aku menggunakan alternatif lain. Biarpun memang agak sedikit kurang nyaman, dengan menggunakan bantuan Visual Novel Reader yang proyeknya sudah lama mati, ATLAS, ITH, dan lain sebagainya sebagai alat bantu untuk ku agar dapat lebih mengerti cerita yang ada pada Visual Novel tersebut. Yah, ketika berhasil melakukan itu, tapi masih belum kumainkan. Karena memang sekarang lagi dalam tengah ujian semester akhir, ya...