Langsung ke konten utama

Sekedar Kata Tak Bermakna

Pertarungan dari semua jiwa yang terkumpul dalam ingatan ketika masa lalu yang telah di yakini akan membuat perubahan besar terhadap zaman yang kian mulai meranjak tua darin apa yang kita yakini sebuah awal untuk mengakhiri kehidupan kita yang perlahan mulai terseret kedalam imajinasi kata tanpa batas menghubungkan diri dan semua kata yang telah tersirat tanpa makna tersusun terhempas biarpun hanya sekedar imajinasi yang semu dalam nestapa dada tersakiti akan kata-kata penyayat hati mulai mendekati akhir dari sebuah pelajaran yang tiada henti terulangi dalam aliran waktu yang terbatas akan jiwa ternoda oleh serpihan masa lalu yang tiada henti mulai dikemas secara rapih dalam memori  otak manusia yang terkadang tak luput dari kematian yang akan kita sambut dengan sebuah senyuman untuk mengiring akhir dari sebuah kehidupan seseorang yang kita sayangi akan terus hidup tak berujung tanpa koma dan sebuah pembatas titik yang tak akan terhenti dari kepribadian buruk sesosok kawan lawa tak akan bisa langsung mengerti dari apa yang akan ku utarakan untuk mencari sebuah jawaban tanpa berujung ini tak ada yang benar maupun salah satu dari semua jawaban yang kini telah terkumpul hanyalah sedikit dari deretan melodi terdengar dari hati yang mulai membusuk akan penistaan suci terlampau kata tak bermakna hanya akan membuat orang-orang berpaling dari kebenaran dan juga kebenaran sejati hanya bisa didapatkan ketika dia benar-benar mengerti apa yang ingin ku utarakan dalam sebuah kata tak berujung kepastian yang bisa kuhadapi hanyalah merengek dan meminta bantuan kalian yang terkadang lucu untuk ku utarakan secara langsung biar saja kita mengkaji secara logika akal manusia yang sehat dapat membuat suatu kejelasan ketika mulai mendeskripsikan kata tak beraturan dan ejaan yang tak akan pernah kusempurnakan ini hanyalah sebatas omong kosong jika kalian tak dapat menemukan titik terang dalam sebuah pertarungan jiwa orang-orang yang terkumpul dari lintas waktu dunia kian berdenting ingin menyambut hari esok tak pasti akan datang kembali hanyalah sebuah doa dan harapan tak nyata dari sebuah ungkapan kata seseorang yang tak ingin menampakan diri dari rasa ketakukan dan keberanian tak akan pernah terkumpul jika hanya terus sembunyi dibalik tembok tembus pandang kulakukan sebisa mungkin agar kalian dapat mengerti setiap ayat-ayat yang tercoreng menjadi kata tak bermakna ini ku ingin mengatakan bahwa sekeras apapun aku mencoba untuk menggapai dirimu tak akan pernah bisa kuraih hanya dengan sebatas ucapan minta tolong tak akan mempengaruhi banyak tanpa adanya aksi nyata untuk diriku dan juga dirimu sangatlah berarti dalam kehidupan ku yang mulai menjadi tidak jelas seiring perkumpulan terakhir tak lengkap yang kita lalui hanyalah sebatas pertemuan kopi pahit tak berasa dan tak terlalu nikmat akan kurangnya kelengkapan dari semua orang-orang yang ingin kutemui dari jalan panjang bersama kawan-kawan lama dan baru semuanya sama-sama hanyalah sebatas kawan dan akan sekalu menjadi kawan berarti dalam hidup kita yang tak tahu kapan aku akan mati terbaring dalam kuburan tertumpuk tanah kotor dari cipratan air hujan yang membasahi bumi kian mulai mereda dalam tetesan pudar menyerap kedalam tanah mengobati diriku yang selalu ketaukan untuk menghadapi masa depan tak menentu tanpa sesosok orang-orang yang ingin ku genggam bersamaan dengan semua langkah terbawa bersama jalan panjang menuju hari esok tak akan pasti tanpa senyuman hangat yang selalu menghiasi canda tawa kita bersama dengan tangisan yang amat berarti untuk diriku dari dirimu yang selalu menghiasi lembar untuk diriku mulai mencoba menuliskan semuanya dengan pena tanpa tinta bertenaga aliran listrik yang mungkin padam tanpa adanya peringatan dari sang maha kuasa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AdeHaze Dan Sebuah Logo

Setelah bertahun-tahun lamanya, waktu aku masih menggunakan adehaze.blogspot.com, waktu aku masih belum terlalu terjerumus dalam dunia komputer dan internet. Banyak hal yang kulakukan karena ingin tahu dan juga hobi. Entah sudah berapa lama kugunakan wajah Makoto Kikuchi sebagai logo dari blog ku yang dulu. Alasan kugunakan wajahnya sih, sederhana. Karena gambar itu bagus, dan gambar itu juga punya cerita dalam kehiduanku. Dan aku sendiri perlahan ingin mencari logo yang benar-benar bisa menggambarkan AdeHaze itu sendiri. Tapi, dengan kemampuan desain ku yang masih dibilang maih balita ini, aku perlahan ingin mencari jati diri pada diriku sendiri. Mencari jati diri juga ada tempatnya, dan kompas penunjuk jalanku tak memberikanku jalan yang tepat, hingga membuatku tersesat hingga bertahun-tahun lamanya. Rasanya aku seperti menyia-nyiakan sisa waktu yang aku punya. Dan entah kenapa, selama beberapa tahun ini, aku lebih percaya diri menggunakan nama "AdeHaze"

Ramadhan ~ Diriku pada saat itu, diriku yang kemarin, diriku yang sekarang, dan diriku dihari esok~

Semenjak kemarin aku disibukkan dengan Hacking Visual Novel, mencoba untuk mengoprek dalaman isi software yang entah kenapa ingin kumainkan dengan bahasa yang kumenegerti. Yah, Karena memang kebanyakan Visual Novel sangat sedikit yang sudah diterjemahkan kedalam bahasa yang bisa kumengerti. Dan aku sendiri memang tak sempat untuk mempelajari bahasa mereka. Padahal hampir tiap hari aku melihat, mendengar bahasa Jepang. Tapi keinginan dan waktu untuk mempelajarinya masih terbilang belum ada. Berhubung saya juga masih cupu dalam membuka daleman isi Visual Novelnya, jadi ya aku menggunakan alternatif lain. Biarpun memang agak sedikit kurang nyaman, dengan menggunakan bantuan Visual Novel Reader yang proyeknya sudah lama mati, ATLAS, ITH, dan lain sebagainya sebagai alat bantu untuk ku agar dapat lebih mengerti cerita yang ada pada Visual Novel tersebut. Yah, ketika berhasil melakukan itu, tapi masih belum kumainkan. Karena memang sekarang lagi dalam tengah ujian semester akhir, ya

Sehangat Kopi Di Kala Senja

Fuuuu Fuuuuuuuu             Fuuuuuuuuuuuuu Fufufu Fufufufufufu Fufufufufufufufufu ------------------------------------------ Apa yang aku cari dari kehidupan ini? Sembari mengangatkan diri dari cuaca yang dingin ini, ku nikmati secangkir kopi yang telah kubuat. Merupakan salah satu kopi kesukaanku, kopi Madura yang entah sudah berapa ratus cangkir telah kunikmati. Hari ini, sepertinya tak banyak yang kulakukan. Bangun tidur, menyiapkan sarapan pagi, setelah itu mencuci semua pakaian kotor. Sedikit santai sambil melewati pagi, kulihat langit, matahari mulai bersembunyi dibalik awan. Awan-awan gelap yang melayang bebas dilangit memberikan perasaan bahagia dan juga buruk. Sudah berapa minggu Yogyakarta belum dilanda hujan, membuatku bahagia. Tapi langit mendung juga membuatku merasa sedikit terluka. Karena baru saja aku ingin menjemur semua pakaianku yang telah kucuci bersih kini belum bisa merasakan kehangatan mentari pagi. Untungnya tempat aku menjemur